Bina rumah tangga tidak mudah, kalau dulu masih pacaran terbayang yang indah dan mesra. Tapi setelah menikah berbeda 180 derajat deh…, belum lagi jika secara finansial ada gangguan atau keluarga besar suami atau istri ada mengatakan yang menyinggung hati…, bisa kepikiran terus sampe kesal jadi bonyok hati.

Merasa pasangan kok tidak mau berubah menjadi dewasa ya? Kok dia begitu ya? Maniz kalo ada maunya aja ya? dan lain-lainnya..

Saya sering merasa kesepian, padahal di rumah ada celoteh anak-anak, bahkan di tengah keramaian pun bisa ya merasa kesepian. Hal ini karena tidak ada teman bicara yang sepadan dalam berbagi masalah, cerita dan pendapat. Untung aja pelarian ku bukan pada hal-hal negatif.

Berikut adalah sharing dari pembaca beliefnet.com mengenai bagaimana memperjuangkan pernikahan mereka sehingga menjadi penuh. Ini saya peroleh dari buletin pasutri GKI Serpong, sangat bagus sekali untuk dibagikan dan dibaca oleh teman-teman.

Pada akhirnya semua kebaikkan pernikahan bersumber pada nasehat Tuhan Yesus, yaitu untuk mengasihi ‘pasangan’ kita lebih dari diri sendiri, dan mengutamakan yang lain lebih dahulu dari diri sendiri




Menunjukan Afeksi
Mungkin terasa aneh , tapi perlakukan pasangan mu seperti ‘pet’ kesayanganmu. Berikan pelukan yang banyak. Berikan pujian dan sayangi tanpa alasan. Saat bangun pagi hari katakan bahwa engkau mencintainya. Saat engkau pulang perjalanan siap bersenang untuk bertemu dengannya. Saat berbantah-bantahan tanpa ujung, berhentilah…, berilah kecupan dan pelukan….ini akan mencairkan suasana kesal dan kemudian tertawa bersama atau berharap dapat membicarakannya tanpa kemarahan. (Debbie Tomlin Wilson)

Ia adalah hasil sebuah ‘pohon keluarga’
‘Birds of a feather flock together’. Pastikan engkau mengenal dan menyukai saudara kandungnya, orangtuanya, teman-temannya sebelum. Suka atau tidak suka, mereka akan bersamamu dalam pernikahanmu. Perhatikan mereka dan engkau akan melihat ia terbentuk dari pohon seperti apa. (Jeanie)

Jangan mencoba merubah pasanganmu
Jangan memasuki pernikahan dengan berharap dapat merubah pasanganmu. (Stephanie Worrall)

Katakan ‘Ternyata Engkau Benar’
Nasihat pernikahan yang terbaik yang pernah saya dapa adalah kata ‘Ternyata Engkau Benar’. Saya dan istri benar-benar menikmati permainan kata-kata singkat ini. Kami sama-sama tahu bahwa ketika salahsatu dari kami mengatakan kata ini, pesan sebenarnya adalah ‘engkau melakukan kesalahan’. Tetapi saya sangat mencintainya sehingga rela mengatakan ‘ternyata engkau benar’. Dan sekarang kami dapat tertawa bersama ketika salah satu dari kami menggunakan pesan ini (Scott)

Kepercayaan, Kejujuran, kebaikan dan Pengampunan
Perbanyak Kepercayaan, Kejujuran, Kebaikan dan Pengampunan. (Gina Gregson)

Bertanggung jawab terhadap diri sendiri
Mengerti bahwa apa yang engkau ingin pasanganmu lakukan untukmu, hanya dapat engkau temukan di dalam dirimu. Bertanggungjawablah terhadap diri sendiri dan biarlah pasanganmu juga bertangggungjawab terhadap dirinya sendiri. (Daniela Vianello)

Menjadi sahabat terbaiknya
Engkau bisa menjadi sahabat terbaiknya juga. Alangkah indah bisa berbagi dengan pasangan tanpa takut direndahkan…, apapun kejadian atau masalahnya. Dan saya atau ia melakukan kesalahan, k ita akan mengobrol seperti sahabat. (Ann Taylor Johnson)

Berikan dirimu sepenuhnya
Pernikahan bukanlah 50/50. Tetapi 100/100. Satu sama lain memberikan seluruh hati pikirannya dan segala sesuatunya akan menjadi lebih baik. Percayalah pada Tuhan dan juga pada pasangan (Nicole Harriman-Hill)

Jangan berfokus pada kesalahan
Saat engkau melihat pasanganmu melakukan kesalahan, lihatlah pada dirimu juga. Atau berhentilah berfokus pada kesalahan pasanganmu dan dia mungkin juga akan berbuat yang sama padamu. (Diane Duncan)

Pelihara Nyala Api cintamu
Engkau harus memelihara bara api itu, tanpanya, nyala api itu akan berhenti menyala (Diane Huff)




Doa bersama
Berdoa bersama setiap hari. Tidak ada cara yang lebih  baik untuk mengetahui pikiran dan hati seseorang daripada mendengarkan apa yang mereka doakan pada Tuhan. (Beth Montgomery)

Engkau memilih untuk mencintainya
Saat engkau bangun tiap pagi, buatlah keputusan untuk mencintainya. Itu tidak terjadi dengan sendirinya, dan engkau memilih untuk melakukannya. (Mary Koran Keaton)

Mendukungnya
Sangatlah penting untuk mendukung ide atau tujuan pasanganmu. Berdiri di sebelahnya (bahkan ketika engkau mungkin tidak sependapat dengannya). Jaga komunikasi yang baik, bila tidak, pasanganmu tidak akanmemberitahukan apa yang sebenarnya terjadi. Bila engkau membuatnya berhenti bicara, dia merasa tidak dibutuhkan. Buatlah dia tahu bahwa engkau ada disampingnya, untuknya dan tetap mencintainya. (Ann Taylor Johnson)