Anak-anak terkadang memiliki ketakutan terhadap hal-hal tertentu, yang menurut orang tua tidak. Kerap tidak sabar dan memaksa anak bahkan menghukumnya, tidak akan menyelesaikan kegelisahan dan ketakutan anak. Anak bisa menjadi semakin menjadi-jadi ketakutan dan kecemasannya, serta hubungan anak dan orang tua menjadi renggang. Dari hal itulah perlunya orang tua memahami psikologi anak.

Bayangkan saja, jika Kita kuatir akan sesuatu dan dipaksa untuk melakukannya dan melawan kegelisahan Kita saat itu juga dengan tambahan omelan. Apa yang akan terjadi? Ketakutan anak akan hal yang tidak dipahaminya, membuat anak menjadi gelisah, dan reaksi dari tiap anak berbeda dalam kegelisahan ini, ada yang menjadi pendiam dan ada yang menjadi pemarah. Secara psikologi anak emosi tersebut wajar, karena perkembangan anak terhadap pemahaman hal-hal tertentu terkadang berbeda-beda.

Selain memberikan penjelasan mengenai perihal yang membuat anak gelisah, orang tua juga perlu sabar, tenangkan diri dan ungkapkan perhatian mendalam atas kecemasan anak dengan tulus.

Berikut adalah yang harus dikatakan ketika anak gelisah agar baik bagi perkembangan psikologi anak.

1. “Mami disini, kamu akan baik-baik saja”
Kecemasan dan kegelisahan akan membuat anak memandang sesuatu menjadi buruk dan merasakan ketakutan lebih daripada sebelumnya. Kata-kata diatas akan memberikan kenyamanan dan rasa aman ketika anak mulai gelisah, terutama ketika kadar ketkuran dan kekuatiran mereka tinggi.

2. “Coba ceritain apa yang buat kamu takut dan gelisah”
Berikan waktu dan perhatian buat anak menceritakan apa yang membuat mereka takut tanpa meremehkannnya. Beberapa anak memerlukan proses lebih lama dalam mengungkapkan ketakutan dan kegelisahannya.




3. “Sebesar apa ketakutan kamu?”
Bantu anak kamu mengukur besar ketakutan mereka, coba berikan gambaran yang jelas yang mendeskripsikan perasaan mereka.

4. “Coba gambarkan ketakutanmu.”
Beberapa anak tidak bisa mengekspresikan perasaan dan ketakutan mereka dalam kata. Coba saja dorong mereka untuk menggambarkannya dengan pinsil warna atau krayon untuk menggambarkan ketakutan mereka.

Psikologi_Anak_Gelisah_25. “Coba bayangkan jika…”
Ketika gelisah menyerang, kadang pikiran tidak dapat berpikir dengan jernih dan berputar-putar hanya disekitar ketakutan dan hal negatif. Bantu anak untuk melihat kemungkinan dan hal yang berbeda dengan menceritakan sebuah cerita, tanpa memberikan ending dari cerita tersebut. Biarkan anak yang menentukan ending-nya.

6. “Apa yang kamu ketahui mengenai…”
Beberapa anak merasakan berdaya ketika memiliki infomasi yang berkaitan dengan ketakutan mereka,seperti lebah, lift atau elevator.

7. “Latiihan untuk mengatasi ketakutanmu, yuk.”
Melakukan dengan proaktif, seperti membuat daftar mengenai cara menangani ketakutan ini dan itu yang anak rasakan, dan ajak anak terlibat dalam cara menanganinya.
Lalu latihan pada tiap harinya dan pada hari-hari dimana anak sedang tenang




8. “Coba tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan.”
Ketika sedang gelisah anak akan menolak untuk dorongan Kita, orang tuanya, untuk menjalankan cara menangani kegelisahan dan ketakutan yang sudah dipilih sebelumnya. Kenalkan anak, bagaimana Kita menenangkan diri  ketika sedang gelisah dan takut. Dalam hal ini saya biasa menarik nafas dalam-dalam. Ceritakan apa yang Kamu biasa lakukan dan ungkapkan perasaan kamu pada anak

9. “Memang menakutkan tapi…”
Mengetahui rasa takut anak Kita tanpa membuatnya lebih takut lagi. Dan setelah kata tapi diatas, Kita dapat menambahkan frase seperti “tapi kamu aman” atau “tapi kamu telah mengalahkan rasa takut ini sebelumnya” bisa juga “tapi kamu punya rencana.”

10. “Mami tidak sabar mendengarkan ceritamu mengenai…”
Sulit bagi orang tua melihat anaknya menderita dalam kegelisahan dan ketakutan. Beberapa orang tua akan segera turun tangan menolong anak mereka dari kegelisahan dan ketakutan karena situasi sekitar.

11. “Apa yang bisa Mami bantu?”
Daripada menduga apa yang anak perlukan, beri kesempatan pada anak untuk mengutarakan pada Kita apa yang perlu Kita bantu dan lakukan.

12. “Ini semua akan berlalu”
Kalimat ini juga bisa diucapkan saat anak sedang mengalami kepanikan yang memuncak. Segala sesuatunya memang akan berlalu, terutama rasa gelisah dan takut yang dialami. Memang terkadang terasa seperti tidak akan berakhir, atau Kamu yang tidak membiarkannya berlalu, atau memang terlalu sulit. It’s OK!
Ingat jangan biarkan otak tertahan di saat seperti itu. Fokus pada hal yang melegakan yang terbentang di depan seperti cakrawala.