Seberapa mudah membuang kebiasaan buruk? Kebiasaan buruk seperti; cepat puas, malas, bossy, sombong,  mencari jalan termudah dan tersingkat walaupun berarti berdosa…, atau juga penyakit yang tak kunjung sembuh seperti yang tertulis di Alkitab yang menceritakan tentang seorang yang lumpouh (Kisah Para Rasul3:1-10). Orang itu sudah lumpuh lebih dari 40 tahun tidak bisa berjalan. Yang bisa dilakukannya hanyalah memohon elas kasihan orang lain yang lewat depan Bait Allah. Dan tidak pernah berpikir dapat sembuh dan mungkin juga tidak ada harapan untuk sembuh. Tapi setelah menderita begitu lama, masih adakah keinginan untuk sembuh?

Dr. Jakoep Ezra, pendiri lembaga pengembangan karakter, Power Character, meyakini proses perubahan karakter berlangsung dalam waktu 12 bulan. Jika dalam kurun waktu tersebut karakter seseorang tidak berubah, maka perubahan itu baru bisa terjadi dalam waktu 18 tahun. Sungguh suatu waktu yang lama! Kalau tidak berubah juga, maka hampir karakternya tidak bisa berubah.




Singkatnya jika sesuatu hal mencapai kondisi stagnan pada waktu yang lama, biasanya keadaan itu sulit diubah. Tapi semua itu bisa ditentang. Orang lumpuh dalam Kisah Para Rasul itu juga menerima kesembuhan dari Tuhan, yang artinya dimampukan untuk mengawali kehidupannya dengan cara yang baru.

Banyak nilai kehidupan yang sudah menurun kualitasnya di negeri ini. Korupsi merajalela dan bahayanya sudah dianggap wajar dan biasa, banyak kejahatan yang sulit untuk ditumpas, para pejabat yang merasa bossy dan kebal hukum sehingga berindak sewenang-wenang, suap, mempunyai Teman Tapi Mesra diam-diam, seks bebas, dan banyak lagi.

Tapi cobalah tengok ke dalam diri kita, apa yang buruk yang harus diubah? Kesombongan, Egois, Malas, Suka Menunda Pekerjaan, Janji yang Dilupakan, Kebiasaan Berhutang, Menggosip, Berbohong dan banyak-banyak lagi.

Jika hal ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan makinlama akan menetap dalam diri kita. Susah untuk diubah? Tak mampu bangkit? Kata siapa? Mari buktikan jika kita bisa!