10 Hal Penting untuk Persiapan Sebelum Menikah

Persiapan_Sebelum_Menikah

Pasti Anda sedang berbunga-bunga dengan melakukan persiapan sebelum menikah. Anda membayangkan hal-hal indah yang akan dilalui bersama pasangan, kecukupan, kelimpahan dan rasa damai karena telah memilih pasangan yang tepat. Tapi sudahkah pasangan muda ini memikirkan 7 hal persiapan sebelum menikah selain daripada hal-hal fisik seperti gedung, katering, undangan, baju pengantin dan bulan madu?

Desember yang lalu adalah bulan dimana kami menikah 12 tahun yang lalu. Dan saya menyatakan bahwa menikah adalah awal dari kesulitan dan pembelajaran besar yang saya hadapi. Dan sampai saat ini saya merasa bahwa hal-hal yang saya hadapi sangat berbeda dengan apa yang saya bayangkan.

Pasti diantara kalian yang melakukan persiapan sebelum menikah, telah mengikuti bimbingan pranikah di gereja, dan telah menjalani pemeriksaan fisik organ reproduksi dan penyakit secara keseluruhan. Hal ini sangat baik dilakukan sebagai awal dari persiapan sebelum menikah.

Namun banyak dari pasangan muda yang belum menyadari 7 hal ini persiapan sebelum menikah ini.

1. Benarkah kamu siap menikah?
Menikah bukan hanya kebebasan dalam hal berhubungan seksual dengan pasangan, menyediakan hidangan, atau berdandan cantik untuk pasangan. Pernikahan juga bukan suatu lembaga yang bisa dianggap remeh, dalam arti jika sudah tidak cocok berarti jodoh berakhir disini.
Pernikahan merupakan penyatuan dua orang yang telah menyadari pilihan hidupnya di depan Tuhan dan terus menerus belajar untuk mengenal dan memahami pasangan kita dan kebutuhannya.




2. Keuangan
Punya cukup uang untuk menikah? Yang dimaksud bukan hanya untuk perayaan pernikahan itu sendiri, namun kelanjutan dari pernikahan tersebut.
Sudahkah Anda membicarakannya dengan pasangan mengenai bagaimana kalian akan membelanjakan uang kalian? Berikut ini ada petunjuk mengnai apa saja yang sebaiknya dibicarakan dalam hal keuangan.
– Kebiasaan berbelanja dari Anda dan pasangan
– Perlukah memiliki rekening bank bersama?
– Berapa persen untuk investasi, kehidupan sehari-hari dan amal?
– Jumlah hutang yang dimiliki atau cicilan yang masih berjalan
– Pembagian tugas dalam mencari nafkah, ketika pasangan hamil atau mengalami suatu kecelakaan dan sakit
– Apakah diperlukan perjanjian sebelum menikah dalam hal keuangan?

3. Serupa dan sehatikah?
Pertimbangkan hal ketika kalian menghadapi hal yang penting, seperti agama, adat istiadat, keluarga besar atau memiliki anak. Beberapa pasangan mengharapkan calon pasangan hidupnya serupa dan sehati ketika menghadapi suatu masalah yang penting, namun jika berbeda tentu akan terjadi perselisihan dan pertengkaran yang bisa membumbui pernikahan, yang jika didiamkan bisa merusak.
Diskusikan apakah yang diharapkan pasangan dan Anda dalam pernikahan? Apakah Anda bisa memberikan apa yang diharapkan oleh pasangan? Berbagi keunikan dan keanehan Anda masing-masing, bicarakan dan dengarkan tanggapan pasangan.




4. Kemampuan berkomunikasi
Pasangan Anda bukan cenayang yang bisa membaca pikiran dan menduga pikiran Anda, maka diperlukan komunikasi 2 arah yang baik dalam membina pernikahan. Jika memang perlu debat, maka lalukan debat dengan baik tanpa melukai hati dan fisik pasangan. Perbedaan pasti akan kalian hadapi, maka tentukan dari sekarang mengenai aturan dasar dalam menangani perbedaan. Berteriak, memaki, berkata kasar, memukul, merusak dan membicarakan diluar dari masalah yang dihadapi adalah tidak berguna.

5. Kebutuhan pribadi
Memiliki kehidupan diluar pasangan Anda adalah penting untuk perkembangan pribadi dan kesehatan pernikahan. Kehidupan pribadi disini artinya hubungan pertemanan dengan rekan kerja, teman kuliah dulu atau teman sekolah, bukan teman tapi mesra.
Hal ini perlu dibicarakan dengan calon pasangan, bagaimana  pandangan pasangan, dan hal-hal apa yang tidak boleh dilakukan untuk menjaga hubungan dalam pernikahan.

6. Kehidupan di luar pernikahan
Ada kehidupan di luar pernikahan yang akan dijalani, baik mengenai kegiatan keagamaan, kegiatan arisan dengan teman, melakukan hobby atau berkumpul bersama teman.
Memiliki kehidupan di luar pernikahan adalah menjadi diri Anda sendiri daripada selalu berkutat dengan pasangan Anda selalu, yang bisa menimnbulkan kejenuhan dan salah paham.

Namun ada beberapa kegiatan yang pantas dilakukan setelah Anda menikah dan ada yang tidak, maka hal ini perlu dibicarakan dengan pasangan.

Saran saya jangan terlalu sibuk menjadi pasangan atau calon yang ideal dengan menutupi segala jati diri nya.
Seperti kebanyakan perempuan Asia yang terbiasa melayani pasangan. Imbangi dengan memberikan penghargaan untuk diri sendiri terlebih dahulu. Biarkan diri Anda mekar, jangan halangi kemekaran Anda sendiri.




7. Keluarga dan teman
Apakah kamu bisa menerima dengan keluarga dan teman pasangan Anda masing-masing? Jika tidak tentu hal ini akan menjadi masalah dalam hubungan Anda.
Saran saya jangan mempedulikan pendapat keluarga, orang dan publik pada umumnya, karena pada dasarnya mereka hanya bisa membicarakan dan mengkritik. Selanjutnya terserah Anda dan pasangan. Sisihkan pendapat orang lain dan adat istiadat, pikirkan Anda dan calon Anda sebagai pribadi yang akan menemani Anda selamanya, memiliki anak bersama, membina keluarga bersama.

8. Menikah pasangan Anda berarti penyatuan keluarga
Selalu mengenal keluarga pasangan Anda dalam persiapan sebelum menikah. Ingat peribahasa ‘Buah selalu tidak jauh dari pohonnya’? Begitu juga calon pasangan Anda yang akan mewarisi cara berpikir dan kebiasaannya.
Perhatikan bagaimana calon mertua Anda dalam memperlakukan pasangan mereka, karena Anda juga akan diperlakukan demikian oleh pasangan Anda. Jika Anda menyukainya tentu tidak akan menjadi masalah, namun jika tidak, maka diskusikan dengan calon pasangan Anda.

Jadilah contoh menjadi pasangan yang baik bagi pasangan Anda untuk anak-anak Anda nantinya.

Jika sebelumnya kalian pernah membina keluarga, tentu hal ini berarti ada hal lain lagi yang perlu dibicarakan, karena akan ada anak yang terlibat dan peran bagaimana yang Anda lakukan dalam keluarga yang dibina ini?

9. Hubungan Seks
Tidak terpuaskan dalam masalah hubungan seks bisa menjadi masalah dalam pernikahan. Bicarakan mengenai harapan Anda masing-masing mengenai pasangan Anda.
Dan jangan segan untuk mencoba gaya baru dalam berhubungan seks dengan pasangan untuk menciptakan gairah.




10. Komitmen pernikahan
Pernikahan memerlukan usaha untuk tetap menjaga pernikahan  tersebut, dengan menjaga kemesraan, seperti kejutan manis, makan malam bersama, berlibur berdua atau berjalan di taman. Bisakah mempertahankan semuanya itu dengan komitmen?
Namun pada suatu saat Anda akan menghadapi perubahan dalam hubungan Anda, sehingga Anda harus mengambil langkah penting dalam hidup pernikahan Anda ini. Apakah Anda dan pasangan bersedia melakukan konseling?

Dan yang terakhir sebagai tambahan untuk persiapan sebelum menikah adalah Karir
Apa rencana jangka panjang dalam karir yang menjadi tujuan  Anda dan calon pasangan? Apakah sering lembur atau melakukan perjalanan ke luar kota? Bagaimana dengan waktu bersama-sama?
Dan bagaimana dampak pekerjaan yang dilakukan tersebut terhadap keluarga yang akan dibina?
Jika ada tambahan anggota keluarga mungil dalam keluarga, akankah seseorang berhenti dari pekerjaannya?




Beberapa pasangan menikah karena ketakutan akan pandangan orang akan usia yang makin menua, ketakutan akan kesendirian dalam masa tua, ketakutan hamil diluar nikah atau ketakutan lainnya dikarenakan tuntutan dan pendapat publik secara umum.
Ada baiknya, Anda merenungkan dan memikirkan pilihan yang akan diambil..

Namun satu hal yang perlu dingat, bahwa cinta dan kasih mengubah segala sesuatu.