Mengapa Memikirkan Persyaratan Cerai untuk Perceraian ?

Memikirkan_Persyaratan_Cerai_untuk_Perceraian

Banyak orang bilang kalau pertengkaran dalam rumah tangga itu wajar, perbedaan akan selalu ada di antara suami dan istri karena merupakan 2 pribadi yang berbeda. Namun pertengkaran yang terus menerus tanpa diselesaikan akar masalahnya dan perbedaan yang makin menonjol dapat merenggangkan relasi antara suami dan istri. Mulai mencari persyaratan cerai dan yang terfatal akhirnya benar-benar terjadi perceraian

“Tak ada yang menginginkan perceraian, tapi memang ini jalan yang harus dilalui, jodoh kami sampai disini” begitulah kata-kata yang saya dengar dari gosip selebriti di Indonesia, jika mereka bercerai. Saya tidak paham dengan perkataan mereka yang berujar perceraian karena  “Jalan yang dilalui dan jodoh kami sampai disini”, bukankah hidup ini adalah pilihan dan apakah Tuhan menciptakan kamu dengan banyak pasangan yang berbeda? Jika perceraian yang dipilih, berarti yang mengajukan perceraian sudah menyerah untuk melanjutkan pernikahan dengan pasangannya, dan MEMILIH JALAN PERCERAIAN.

Apapun agamanya, setiap perceraian selalu akan ada yang menderita dan sedih, dan yang terbesar tentu saja anak-anak yang pasti memerlukan perhatian ekstra. Belum lagi, persyaratan perceraian yang dilengkapi, proses pembagian harta yang melelahkan dan proses perjalanan hidup yang akan dilalui sesudah bercerai. Tak terelakkan pandangan nakal lelaki lain kepada para janda cerai dan kesepian yang melanda duda keren, pertumbuhan anak yang membutuhkan figur dari kedua orang tuanya. Jika kamu bercerai saat sudah menjelang usia tua, apakah mungkin membina hubungan baru lagi dari awal?

Perbedaan akan selalu ada, tapi semua tergantung dari kedewasaan orang tersebut. Apakah akan menanggapinya dengan bijak; seperti pelengkap kekurangannya, atau sebagai perbedaan yang mengganggu sehingga perlu persyaratan perceraian?

Saya teringat akan sebuah foto yang menggambarkan pasangan muda yang akan menikah dan masing-masing menuliskan sesuatu kepada pasangannya. Surat itu kemudian diberikan kepada pasangan masing-masing, pengantin wanita dari raut wajahnya membaca penuh haru dan bahagia, sedangangkan pengantin pria membaca dengan serius dan mengerutkan dahi nya. Bisa dilihat bahwa surat tersebut membuat pembacanya senang terharu dan serius. Merupakan awal pernikahan yang akan banyak pertengkaran karena perbedaan jalan pikiran, bukan?




Persyaratan_cerai

Perceraian hal yang wajar terjadi, namun selalu melelahkan untuk dijalani. Maka dari itu banyak orang di negara maju enggan untuk menikah, dan lebih nyaman dengan hidup bersama.

Jika kamu sedang mencari persyaratan cerai dan kamu mengakui keberadaan Tuhan, baca kutipan dibawah ini dan ingatlah ini saat kamu kesal dengan pasanganmu atau berpikir tentang perceraian

Iblis akan membesar-besarkan kegagalan dan kekurangan pasangan kamu, menaburkan kecurigaan dan kecemburuan, memanjakan diri sendiri, bersikeras bahwa kamu berhak sesuatu yang lebih baik serta berpegang pada janji yang hampa, bahwa segala sesuatu akan lebih baik jika bersama dengan orang lain. Dengarkanlah perkataan Tuhan dan ingat: Tuhan sanggup mengubah hati dan mengambil segala kekerasan jika kita mengijinkan-Nya.
Maleakhi 2:13, 14, 16 dan Mazmur 68:5,6

Jangan biarkan Iblis menang.