Sudah siap dengan sajian kuliner untuk perayaan Imlek? Jangan lupa menyajikan makanan khas yang patut dipersembahkan dalam perayaan Imlek. Merayakan Imlek bersama keluarga memang lebih menyenangkan, apalagi jika dengan penyajian kuliner khas Imlek.

Kuliner yang disajikan pada saat Imlek memiliki kekhasannya sendiri. Makanan harus manis, bulat dan berlapis-lapis. Keharusan ini mempunyai makna tersendiri.

Makanan_Khas_ImlekDengan makanan yang manis, kaum Tionghoa mengharapkan sesuatu yang manis di tahun yang baru. Seperti kue yang akan memicu hal-hal yang manis-manis yang tentu menyenangkan. Itulah karenanya kaum Tionghoa pada hari pertama tahun baru pantang untuk makan yang pahit-pahit. Kue yang menjadi ciri khas Imlek adalah Kue Keranjang yang dibarengi dengan Yee Sang. Dalam kue juga terdapat simbol kebersamaan dengan teksturnya yang lengket dan manis. Maka hal ini dipercaya akan mendatangkan sukacita dan kesejahteraan. Makanan pedas jarang disediakan pada saat Imlek, karena dipercaya akan membuat hidup menjadi susah.

Makanan_Khas_Imlek_4Bentuk bulat adalah lambang kesempurnaan yang diwujudkan dalam bentuk jeruk yang juga berwarna kuning keemasan sehingga melambangkan emas. Hal ini dianggap mendatangkan rejeki selalu. Makanan seperti Bakpao akan selalu ada dalam perayaan Imlek, Karena dipercaya dengan mengkonsumsi makanan yang bulat-bulat akan membuat hidup kita lebih sempurna.

Makanan yang berlapis-lapis juga dipercaya dapat membuat rejeki semakin bertambah dan berlapis-lapis terus menerus.




Makanan_Khas_Imlek_3Untuk mie, dengan bentuknya yang panjang, dianggap sebagai lambang panjang umur dan cara memakannya dengan tidak terputs atau diputus. Selain membawakan umur yang panjang, mie juga sebagai asupan karbohidrat yang cukup, sehingga tak heran dalam tiap penyajian makanan Tionghoa selalu disediakan mie.

Ada lagi satu makanan khas yang sakral dalam masyarakat Tionghoa di Indonesia yaitu Pindang Bandeng. Bandeng dianggap sebagai hidangan pembawa berkah yang dapat dinikmati disaat Imlek.

Makanan_Khas_Imlek_5Beberapa keluarga juga menyajikan masakan Rebung (Bambu muda) dan Daging (Ayam atau Babi) Kecap dengan tambahan petai. Tidak tahu makna semuanya itu tapi makanan tersebut sangat lezat. Dan makanan tersebut sudah diolah dengan kekhasan yang bercampur dengan budaya setempat tapi memiliki filosofi yang sama, yaitu untuk kesejahteraan, kebahagiaan, panjang umur dan keberuntungan.