Sesungguhnya cara menjadi kaya itu mudah dan banyak versinya. Bisa dari warisan atau kerja keras. Kalau kita lihat sinetron Indonesia yang menggambarkan mengenai beberapa anggota keluarga yang berebutan harta warisan dengan cara memfitnah, menipu atau bahkan membunuh. Aha…semua itu termasuk kerja keras juga, namun…capek deh, karena rasanya amat melelahkan, merusak hati kita dan tidak sebanding dengan apa yang didapat.

Menjadi kaya versi kedua, dengan bekerja keras dan berhemat di segala bidang pengeluaran. Biasanya dikenal dengan orang yang pelit abis dan berhemat di segala tempat sampai pada batas keterlaluan. Cara menjadi kaya dengan berhemat dan bekerja keras, kemudian akhirnya waktu berlalu dan sakit datang, maka uang yang diperoleh dengan kerja keras kemudian digunakan untuk membiaya pengobatan, kemudian yang menikmati adalah orang lain.

Kekayaan dan kelimpahan harta selalu tertulis pada kitab-kitab dalam Alkitab, bagi orang yang diberkati oleh Allah, seperti yang tertulis pada Ulangan 8:18 yang berisi:

“Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.”

Abraham yang merupakan bapa segala bangsa dikenal kaya raya. Bapa Abraham tercatat memiliki banyak sekali ternak dan perak dan emas (Kejadian 13:2)belum lagi orang-orang terlatih dan budak yang lahir di rumah tangganya sebanyak tiga ratus delapan belas budak (Kejadian 14:14).

Masih ada lagi Ayub yang memiliki kelimpahan harta dalam segala ketaatan bersama Allah, yang kemudian memiskinkan Ayub dengan maksud ujian dan membuat Ayub kembali kaya dua kali lipat dari sebelumnya. (Ayub 1:3; 42:10)

Dari kisah yang dituliskan di Alkitab atas dua orang besar ini, mereka adalah orang yang taat, patuh dan memelihara hubungannya dengan Allah dalam tiap percakapan dan persembahan yang kudus. Tindakan yang menyenangkan hati Tuhan inilah  yang membuat mereka diberikan kepercayaan lebih dalam harta.

Dari tulisan di atas, cara menjadi kaya berikutnya adalah untuk mencari dahulu kerajaan Allah, maka semuanya itu akan diberikan kepadamu. Yang diberikan kepadamu, tentu bukan hanya harta saja, kesehatan, kebahagian, kenikmatan dan kesehatan. Dan harta yang dimaksud disini bukanlah harta yang turun dari langit, tanpa mereka melakukan apa-pun. Bukan pula dari perbuatan mencuri atau mengambil hak milik orang lain untuk diri mereka sendiri. Namun melalui kerja keras, cerdik dalam mengelola keuangan dan selalu penuh syukur.

Kerajaan Allah dipersiapkan bagi orang yang percaya pada Yesus, karena ketika kamu telah percaya pada Anak Allah, kamu akan diajar. Dan ajaran-Nya kadang menyesakkan dan tak terduga. Ketika kamu telah mengenal Anak Allah dan telah memahami ajaran-ajaran-Nya serta melakukan-Nya, tentu semuanya akan diberikan kepadamu




Cara menjadi kaya secara kristiani

Kekayaan dan kelimpahan dengan ucapan syukur sudah menjadi bagian dalam kehidupan Kristiani. Bahkan slogan Kristen umumnya adalah “Diberkati dan menjadi berkat.”
Coba lihatlah jumlah budak yang dilahirkan dirumah tangganya, coba lihatlah berapa banyak pegawai dan budak Ayub juga tiap persembahan pujian syukur yang Abraham dan Ayub lakukan. Mereka telah hidup menjadi berkat bagi orang lain dan selalu mengucap syukur. Orang Kristiani tahu caranya menjadi kaya.

Berbeda dengan beberapa orang yang kerap hitung-hitungan dalam perpuluhan dan menutup diri menjadi berkat. Orang yang diberkati dengan kekayaan namun melihat saudaranya susah, tapi ia berpikir untuk apa membantu orang itu, karena ia sendiri mencari uang dengan susah payah, sedangkan yang menerima bantuannya tidak berbuat apapun.

Kita tentu mengenal kisah Yesus mengubah air menjadi anggur di suatu pernikahan di Kana dalam Yohanes 2 : 1-11, di ayat yang ke-tiga sampai yang ke-lima tertulis: “Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”

Anggur merupakan suatu kewajiban di pesta perkawinan orang Yahudi. Bagi mereka, anggur melambangkan dan membangkitkan rasa sukacita. Dan kehabisan anggur pada pesta pernikahan akan menimbulkan rasa malu. Mungkin keluarga mempelai bukanlah orang yang kaya dan jumlah anggur yang disediakan pas-pasan. Dan Maria mengetahui hal ini dan datang kepada Yesus untuk meminta bantuan.

Maria telah mengenal Yesus, dan beberapa kejadian yang ‘luar biasa’ dengan Yesus telah dilaluinya. Maka tidak heran Maria datang kepada Yesus, meminta Yesus untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Yesus pada awalnya mempertanyakan kembali permintaan Maria, namun Yesus tetap memberikan berkatnya berupa anggur yang baik dan berlimpah.

Tuhan Yesus juga akan berbuat demikian, dengan memberi berkat yang berlimpah untuk semua orang yang datang kepada-Nya. Sebab Allah sangat mengasihi umat-Nya dan Kasih-Nya itu tidak akan ada habisnya, terutama bagi umat yang percaya pada-Nya.

Air menjadi anggur bukan hanya bukti kemuliaan Tuhan Yesus, air menjadi anggur juga tanda keselamatan dari Yesus sebagai Mesias agar kita yang dicintai-Nya memperoleh berkat yang berkelimpahan.

Saya sendiri pernah berteori, “Sangat mudah bagi orang kaya untuk dapat membantu dan menjadi berkat, karena pada posisinya yang telah berkecukupan.” Kemudian di sisi lain saya juga mengenal orang yang kaya, namun menutup dirinya menjadi berkat dengan berbagai alasan. Sudah bisa dipahami bahwa teori yang saya utarakan di atas tidak benar, karena untuk menjadi dermawan tidak perlu menjadi kaya, bahkan ketika menjadi kayapun makan manusia cenderung lebih sayang pada uangnya dengan berbagai alasan. Hal ini mengingatkan saya pada sebuah lagu dari Pandji featuring Tompi berjudul Ada yang Salah dalam salah satunya liriknya adalah “orang yang mampu kurang mau memberi, dan kalau kita beramal bukan hanya setahun sekali, bukannya yang senang nantinya elo sendiri.”

Jadilah berkat bagi orang lain, seperti air yang menjadi anggur yang merupakan berkat dari Yesus kepada keluarga mempelai, air anggur yang dicedok dan kemudian disajikan untuk orang lain nikmati agar orang lain pun turut merasakan kebahagian. Dan diakhirnya mereka memuliakan Tuhan.