Kejujuran

Galatia-6-7

Kisah ini sebelumnya sudah saya baca dan ketahui sebelumnya, maka ketika di Warta Jemaat GKIS No.06/XXI/8 Juli 2012 terdapat cerita ini tidak ada salahnya saya menuliskannya untuk semua. Kisah yang sangat baik dan memiliki pengajaran disini.

Seorang pengusaha Kristen mencari seseorang yang dapat dipercayainya untuk mengambil alih bisnisnya karena ia makin tua dan ia memutuskan untuk tidak menyerahkan kepada anak-anaknya maupun para direktur di perusahaan itu.

Maka pengusaha itu mengumpulkan para eksekutif muda dan mengatakan, “Sudah tiba waktunya untuk saya mengundurkan diri dan memilih pengganti diantara kalian.”

“Saya akan memberikan satu benih yang spesial hari ini. Saya mau anda menanam benih ini dan merawatnya dan datang kembali kepada saya satu tahun kemudian dengan membawa tumbuhan yang telah bertumbuh dari benih yang saya berikan ini.”

“Saya akan menilai tumbuhan itu dan dari  itu saya akan memilih orang yang akan menggantikan saya,” kata pengusaha itu.

Jim adalah seorang yang termasuk diberikan benih. Dan sama seperti yang lainnya, ia pulang dan dengan semangat menanam dan benih itu dan terus menyiramnya tiap hari. Setelah 3 minggu teman-temannya mulai bercerita bagaimana benih mereka bertumbuh menjadi tunas dan makin besar. Jim terus mengecek benih yang ditanamannya itu namun tidak ada perubahan sama sekali.




Lima minggu telah berlalu dan tetap tidak ada perubahan, sedangkan teman-temannya membicarakan perkembangan tanaman mereka, Jim tidak memiliki sesuatu untuk dibicarakan, karena benihnya tidak bertumbuh. Jim tahu ia telah membunuh benih itu, tapi ia tetap setia menyirami dan memberi pupuk pada benih itu.

Sudah 1 tahun berlalu dan semua eksekutif perusahaan itu membawa tanaman mereka untuk diperlihatkan kepada bos mereka. Jim memberitahu istrinya bahwa ia tidak akan membawa pot itu ke bosnya karena tidak ada kehidupan dari benih itu, tapi istrinya memintanya tetap jujur tentang apa ang telah terjadi.

Jim tahu saat itu akan menjadi saat yang memalukan dalam hidupnya, namun disisi lain apa yang dikatakan istrinya benar. Ia memutuskan membawa potnya yang kosong ke ruang rapat.

Saat memasuki ruang rapat ia begitu takjub dengan tanaman yang dibawa oleh para koleganya, semuanya begitu indah. dalam bentuk dan ukuran. Melihat ke potnya, para koleganya tertawa dan beberapa mengasihani Jim.

Pengusaha itu datang dan melihat ke seluru ruangan dan menyapa, JIm berusaha bersembunyi di belakang. Bos itu berkata,”Wah..begitu hebat, tanaman yang telah kalian tanam.”

“Hari ini salah satu dari kalian akan dilantik untuk menjadi pengganti saya,” lanjut bos. Tiba-tiba matanya menatap kepada Jim di pojok ruang bersama pot nya yang kosong. Ia memerintahkan Direktur Keuangan untuk menyuruh Jim maju ke depan, Jim sangat ketakutan, dan ia membatin,”Pasti ia akan memecat saya.”

Saat sesudah di depan, bos bertanya pada Jim, apa yang terjadi? Jim dengan jujur menceritakan apa yang terjadi. Bos meminas emua orang untuk duduk kecuali Jim dan ia memandang kepada Jim kemudian berkata,
“Inilah Pemimpin Perusahaan kita yang baru.”

Jim dan semua yang hadir hampir tak percaya mendengarnya, Jim tidak berhasil menumbuhkan benih itu, tapi mengapa ia terpilih?




Pengusaha itu menjelaskan,”Satu tahun yang lalu saya memberikan kepada anda satu benih, saya menyuruh menanam benih itu dan membawanya kembali satu tahun kemudian. Tetapi saya telah memberikan benih yang telah dimasukkan ke dalam air mendidih, benih-benih tersebut mati, sama sekali tidak mungkin untuk bertumbuh. Semua dari anda membawakan tanaman kecuali Jim. Disaat kalian melihat benih ini tidak bertumbuh, kalian menggantinya dengan yang lain. Hanya Jim satu-satunya yang memiliki keberaniandan kejujuran untuk membawakan satu pot berisi benih yang saya berikan.”

“Dengan demikian ia lah orang yang akan saya tunjukk untuk menjadi pemimpin perusahaan ini,”lanjut Bos

Jika Anda menanamkan Kejujuran, Anda akan menuai Kedamaian
Jika Anda menanam Kebaikan, Anda akan menuai Sahabat-Sahabat
Jika Anda menanam Kerendahan Hati, Anda akan menuai Kebesaran
Jika Anda menanam Ketekunan, Anda akan menuai Kepuasan
Jika Anda menanam Kerja Keras, Anda akan menuai Kesuksesan
Jika Anda menanam Pengampunan, Anda akan menuai Perdamaian
Jika Anda menanam Iman dalam Kristus, Anda akan menuai Tuaian

Jadi hati-hatilah dengan yang Anda tanam sekarang, hal itu akan menentukan apa yang Anda tuai kemudian nanti.
“Apa yang kamu tanam, itulah yang akan kamu tuai.” (Galatia 6:7)

Saya sudah mengetahui semua hal diatas, tapi ketika saya membacanya sekarang, pengertian yang besar hadir dan telah membukakan hati saya. Ucap syukur hanya pada Tuhan saja atas hikmat ini.
Terima kasih Tuhanku