9 Cara Mendidik Anak Membaca Sejak Usia Dini Dengan Cepat

cara_mendidik_anak_2

Setelah mengetahui 4 hal dasar terpenting dalam cara mendidik anak membaca sejak usia dini, maka ada beberapa cara untuk membantu anak-anak Kita menjadi pembaca buku tercepat di usianya yang memasuki masa sekolah.

1. Pelajari apa yang anak pelajari
Sekolah anak Saya, sangat mendukung kegiatan membaca sejak usia dini. Di sekolah tersebut bahkan memberikan tambahan untuk anak yang kesulitan dalam membaca. Anak Saya termasuk salah satu yang memerlukan jam tambahan dalam belajar membaca.

Saya menanyakan petunjuk pada guru dalam mengajar anak untuk membaca. Guru tersebut mengatakan bahwa dengan selalu mengulang apa yang selalu dipelajari berulang-ulang sampai anak paham dan dampingi anak dengan sabar.

2. Pilih sampul buku yang menarik
Ketika mengajak anak memilih buku, selalu melihat sampulnya terlebih dahulu. Karena pada buku anak-anak, ilustrasi yang terdapat di sampul buku tersebut biasanya menceritakan keseluruhan dari inti cerita buku tersebut.

Kadang buku anak-anak disertai dengan judul buku yang sederhana dan beberapa sulit untuk anak-anak. Pilhlah buku yang anak sukai dan bantu anak membaca kata-kata yang sulit dengan perlahan.

3. Melihat gambar pada buku
Ketika anak-anak melihat sebuah gambar pada buku, mereka akan menyadari ada sebuah cerita dalam gambar tersebut. Maka biarkan anak-anak Kita berlama-lama melihat ke gambar tersebut, dan mencari kata-katanya sendiri untuk menjelaskan apa yang telah mereka lihat dalam gambar tersebut.

4. Alur cerita
Ketika anak-anak Kita sedang membaca buku, cek… Apakah mereka mengerti akan apa yang mereka baca? Daripada meniru dan mengartikan  kata-kata anak yang tidak jelas, coba tanyakan kepada anak-anak mengenai pendapat mereka mengenai “Apa yang akan terjadi berikutnya?”, “Apa yang terjadi pada akhirnya?” dan “Apakah mereka menyukai cerita tersebut atau tidak?” serta alasannya.



5. Bermain tebak kata
Ketika anak-anak menebak kata-kata, maka jangan langsung menyalahkan dugaan anak yang tidak tepat atau karena anak Kita menduga kata tersebut.

Sebagai contoh, “Mami menonton TV” namun anak membacanya “Mami melihat TV.” Maka jangan serta merta menyalahkan tebakan anak maupun marah karena anak hanya menebak, namun katakan saja “Hampir Benar” dengan menyertakan petunjuk lainnya dan menuntun anak membaca ejaan kata “me-non-ton.”

6. Waktu yang tepat
Pilih waktu yang tepat untuk membaca. Pilihlah waku dimana anak tidak merasa rewel karena lapar, lelah atau marah karena bosan.

7. Membantu anak memahami
Beberapa anak pada awalnya mengalami kesulitan dalam mengenali huruf b, d, p dan s. Mereka kerap menulis terbalik. Ajak anak untuk mengenali melalui bunyi dari huruf-huruf tersebut dan contoh kata yang menggunakan huruf tersebut.

8. Suasana menyenangkan
Anak-anak Kita sudah mengalami kesulitan di sekolah dalam membaca. Akan lebih baik bagi pertumbuhan mental anak untuk tidak menekan mereka berlebihan dalam hal membaca.

Lakukanlah dengan hal-hal yang menyenangkan, karena pada usia mereka bermain lebih penting dari belajar.

9. Tetap membaca untuk anak
Agar anak mengenali huruf, rangkaian huruf menjadi kata  dan rangkaian kata menjadi kalimat, maka amat disarankan agar orang tua tetap membaca buku untuk anak-anak. Karena selain mendorong daya kreatifitas anak serta imajinasi mereka, membaca buku untuk anak juga dapat membuat anak mengenali  kosa kata dan perbendaharaan kata yang makin lengkap.

Pilih buku yang dapat membuat anak-anak tertarik, memiliki minat dan membuat anak tertawa atau biarkan mereka memilih buku mereka sendiri.

Setiap anak berhak menemukan kesenangan dalam buku, dan Kita sebagai orang tua mereka hanya membantu membukakan pintu kesenangan tersebut.

Sumber: mumsnet