Kali ini benar-benar menimpa Jen. Penyakit Media Sosial yang awalnya dibuat agar mempermudah hubungan antara teman yang jauh, menjadi masalah yang dipikirkan. Jen telah tertular penyakit galau karena facebook. ‘Bego’ ujaran Jen dalam hatinya. Mengapa harus gundah, mengapa harus dipikirin? ‘Otak ini sudah dibiasakan untuk membuat prasangka dan praduga, gunanya tentu untuk melindungi diri sendiri, namun jika kebablasan maka bisa berakibat gundah,’ ujar Jen sekali lagi dalam hatinya, sambil mengacak-acak rambutnya.

Semua berawal dari teman lama sewaktu masih di SMA dahulu, Elsa, yang memajang foto dirinya dengan teman SMA Jen lainnya, si Cantika. Mereka bertiga bersama dengan suami Cantika saling melingkarkan tangan dibahu sebelahnya dan tersenyum ceria. Foto itu sendiri diunggah di fb saat liburan sekolah yang lalu dan berlokasi di sebuah hotel mewah.

Tapi dari sinilah penyakit galau ini berawal, karena ingin tahu…Jen mengirimkan Messanger kepada si pemilik akun Elsa. Sambil menanyakan kabar dan basa basi sejenak mengenai foto tersebut. Tak berapa lama, pesan itu dibalas, dengan sapaan ringan dan pendek.

Dasar Jen yang punya keingintahuan tinggi ini kembali membalas pesan tersebut dengan menanyakan kabar dari orang tuanya dan sedikit mengenai foto di hotel Pullman tersebut, namun berbulan-bulan kemudian, tepatnya 2 bulan lewat 13 hari, pertanyaan sederhana itu tidak dijawab. ‘What an a**hole,’ ujar Jen dalam hatinya lagi.




Otak Jen menduga, mungkin saja kedua temannya ini telah saling menghubungi dan membahas, agar Elsa tidak perlu menjawab pertanyaan Jen., tapi apa yang salah dengan pertanyaannya? Jen berpikir dalam hatinya.

Jen merasakan perbedaan akibat penyakit galau yang telah menjangkitnya, akal sehatnya menyarankan agar untuk sementara menjauhi fb, agar kegalauannya tidak berkelanjutan.

Pernahkah kamu juga merasakan serangan galau karena status teman, statusmu sendiri, pesan yang tidak dibalas dan segala sesuatu yang berhubungan dengan sosial media yang telah membuatmu gelisah?

Galau_2
Berikut adalah ciri-ciri galau karena facebook

Apakah kamu memikirkan status yang akan dibuat?
Kadang kamu tidak tahu apa yang hendak ditulis di status, namun kamu ingin membuat status agar keren. Jen lebih suka membuat status dalam bahasa Inggris karena dianggap lebih keren, namun ia kadang perlu membuat drafts terlebih dahulu dan melihat kamus online agar tidak salah ketik.

Apakah kamu memikirkan tiap komentar teman-temanmu atas statusmu?
Jen pernah tersinggung karena komentar salah satu teman facebooknya, Sirat mukanya memancarkan malu dan marah, malu karena komentar temannya yang terlalu jujur, dan marah karena merasa malu akan komentar bodoh itu. Lalu Jen sadar dari galau ini, karena temannya tidak bisa melihat wajahnya yang malu dan mengatakan pada diri sendiri bahwa komentar bodoh teman facebooknya karena ketidakpahaman saja.

Apakah kamu memperhatikan berapa banyak orang yang Like dari statusmu?
Jen bertanya dalam hatinya,’Mengapa yang menyukai alias Like statusnya sedikit. Kembali Jen mengecek facebooknya, …hanya 4 like.’ Cobalah berpikir seperti @Princesyahirini yang hanya memposting status tanpa peduli komentar atau berapa Like atau Love yang didapat dari statusnya.

Apakah kamu pernah iri atas banyaknya komentar dari status temanmu?
Kalau kamu pernah bertanya dalam hati, mengapa si A memiliki banyak komentar atas statusnya dari pada kamu, berarti kamu iri terhadap A akan statusnya yang ramai dikomentari. Jen biasanya akan mencari tahu sampai ke profile teman yang dianggap memiliki banyak komentar di statusnya. Setelah mencek sana sini, rasa iri Jen tidak berkurang, maka Jen memutuskan menutupnya.

Apakah kamu menyelediki teman dari temanmu di media sosial?
Terutama jika teman dari temanmu ini memiliki komentar yang tajam dan berbeda. Jen akan mencari tahu teman dari temannya yang memiliki komentar pedas, rasis dan tajam. Mencari tahu kebiasaan orang tersebut dan mengambil kesimpulan untuk menjauh darinya dan jika perlu dari temannya juga. Tapi tergantung dari komentar balasan temannya mengenai status “rusuh” tersebut.




Apakah kamu un-friend temanmu karena menyebalkan?
Teman mulai mengganggu dengan statusnya yang menyebalkan, Jen segera un-friend. Ini adalah langkah termudah untuk melupakan orang tersebut, walaupun kemudian orang tersebut mengajukan friend request keesokan harinya. Jen tetap tak bergiming, namun kemudian merasa bersalah karena menganggap dirinya jahat. Akhirnya penyakit galau muncul lagi.

Apakah kamu kesal dengan teman yang tag photo jualannya?
Media sosial memang bisa digunakan untuk berjualan, seperti handphone atau tas. Jen tidak suka jika ada temannya yang men-tag foto barang yang dijual. Maka Jen mengatur agar tiap tag yang muncul harus dengan seijinnya dahulu. Dimana penyakit galau itu dalam kasus ini? Hmmm…sudah teratasi dengan mengaturnya agar melalui persetujuannya dahulu.

Apakah kamu pernah galau karena tidak ada teman yang ingat danvmengucapkan Selamat di hari ulang tahunmu?
Rasanya seperti tidak dicintai, ketika teman-teman facebook melupakan hari ulang tahunnya, kata Jen kepada temannya. Bisa diketahu teman Jen di facebook lebih dari 1.000, namun tidak ada satupun yang mengingatnya. Seharian Jen merasa sedih…
Namun perasaan hatinya berubah setelah mengetahui bahwa ia salah mencantumkan tanggal ulang tahun di facebook, karena ini lah facebook tidak mengingatkan teman-teman Jen. Galau yang sia-sia,,,

Setelah memiliki pengalaman galau dan menelaahnya, tiba satu kesimpulan bahwa Bodoh jika galau karena status facebook atau status lainnya di media sosial. Pergi keluar, bertemu orang dengan langsung dan rayakan hari ini selalu, karena kita patut mendapatkannya setelah bekerja keras seharian dalam studi, pekerjaan dan masalah kehidupan lainnya.