Kata kata yang menyakitkan bisa dialami siapa saja, bahkan anak kecil. Hal ini dialami oleh buah hati saya, yang justru mengingatkan kembali dengan masa lalu ketika saya harus menghadapi kata-kata menyakitkan dari teman-teman di sekolah karena keadaan fisik saya yang berbeda dengan teman- teman lainnya.

Kata-kata yang menyakitkan itu masih terus terbayang dan perasaan sedih yang saya rasakan saya masih melekat di hati. Karena hal inilah saya membantu anak saya dalam menghadapi kata kata menyakitkan hatinya.

1. Berikan waktu anak berbicara
Putriku pulang dengan wajahnya yang berbeda dari biasanya. Ia langsung masuk ke dalam kamarnya dan menolak untuk makan bersama pada siang hari itu. Saya masuk ke kamarnya, memeluk dan menanyakan hal yang telah terjadi di sekolah. Dengan lembut saya berkata,”Mami akan senang sekali jika Putri cerita mengenai apa yang telah terjadi di sekolah. Kita ini bukan hanya ibu dan anak saja, tetapi juga sahabat.”

Setelah itu aliran cerita mengalir dari Putriku yang bersedih. Dan jujur saya katakan, perasaan marahlah yang pertama kali saya rasakan. Namun semuanya itu saya tahan, yang terpenting disini adalah anakku dan bagaimana menjadi contoh dalam menghadapi kata kata yang menyakitkan ini padanya.

2. Jangan menilai
Sebagai orang tua, sangat normal bagi kita untuk langsung menilai dan memberikan reaksi marah dengan memberikan julukan pada anak tersebut, seperti si Jahat, si Tukang Nangis, si Gendut atau lainnya.

Hal tersebut tidak akan membantu anak dalam menghadapi kata kata yang menyakitkan, namun hanya akan mengajarkan anak melakukan hal serupa (mengejek) dan menghalangi anak kita memperoleh teman di kemudian hari.





3. Pahami permasalahan
Tanyakan lebih jelas kepada anak kita mengenai hal-hal yang terjadi sebelum kata kata yang menyakitkan itu keluar dari mulut temannya. Bisa jadi, karena anak kita melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan temannya itu.

Memang kata kata yang menyakitkan tetap saja tidak dapat ditoleransi, tapi dengan mengetahui permasalahan yang terjadi bisa membantu anak kita keluar dari masalah ini.

Jika anak kita yang terlebih dahulu melakukan atau mengatakan hal yang tidak menyenangkan, maka ajarkan kepada anak-anak kita untuk memperbaiki perilaku mereka agar lebih sopan dan santun.

4. Mendiskusikan reaksi setelah mendengar kata kata yang menyakitkan
Reaksi seperti apa yang sebaiknya dilakukan oleh anak kita ketika ia mendengar kata kata yang menyakitkan itu? Pada awalnya anak kita bisa katakan, HENTIKAN atau STOP dengan suara yang lantang dan jelas.

Jika anak kita memiliki suara yang lembut, maka kita bisa mengajarkan padanya dan melatihnya mengatakan HENTIKAN atau STOP dengan tegas dan lantang. Setelah itu katakan “Kamu tidak harus menjadi teman saya”, kemudian pergi meninggalkannya.

Anak-anak masih belum paham bahwa akan selalu ada orang yang tidak menyukai kita. Jelaskanlah hal tersebut padanya dan bahwa hal ini adalah wajar dan normal.



5. Latihan dengan berperan
Kita ingin anak-anak kita siap menghadapi hal-hal seperti ini, maka cara yang terbaik adalah melatih anak-anak kita agar siap menghadapi kata kata yang menyakitkan tersebut.

Latihan ini bisa dilakukan dengan sandiwara kecil dengan kita sebagai anak yang mengatakan kata kata yang menyakitkan dan anak kita menjadi anak yang membela dirinya dengan baik. Dari drama kecil inilah anak kita bisa belajar bagaimana menghadapi orang yang mengatakan kata kata yang menyakitkan.

6. Membuat daftar teman
Ajaklah anak kita membuat daftar teman-temannya yang menyenangkan dan teman yang suka berteman dengannya.