1. Menerima segala sesuatu yang tidak dapat kita ubah
Belajarlah menerima segala sesuatu yang tidak dapat diubah atau dengan kata lain ikhlas. Segera ambil keputusan yang realistis namun tetap pada pokok masalah.

Ada kata-kata bijak yang menginspirasi, “Jika kita tidak bisa mengubah keadaan, maka ubahlah diri kita dalam mengahadapi keadaan tersebut.” Sebab kadang keadaan tersebut ada, agar kita berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

2. Memilih teman dengan bijak
Teman yang kamu miliki saat ini bisa menjadi salah satu cara menghilangkan stress. Teman-teman kitayang dapat menghilangkan stress haruslah teman yang dapat membangkitkan semangat dan memberikan kekuatan pada kitauntuk melalui semua masalah, serta dapat berpikir kreatif dalam memberikan solusi dari keadaan yang membuat stress. Mereka akan mendukung kita dan menegaskan bahwa kita tidak pernah sendiri dalam menghadapi ini.

3. Buatlah keadaan yang dapat mengurangi stress
Membuatkan keadaan yang dapat mengurangi stress dapat dengan cara pemilihan warna ruangan dan baju.
Dalam hal warna, tahukah kamu, bahwa warna dapat mengubah perasaan seseorang?   Seperti warna hijau dan biru yang merupakan warna yang bersifat positif dan menenangkan, warna yang dapat menghilangkan stress dan membuat rasa damai sejahtera.

Atau kita juga dapat lebih melibatkan diri dalam kegiatan sosial, seperti mengunjungi orang sakit, turut berperan dalam kegiatan di lingkungan sekitar atau sekolah.

4. Pertahankan rasa humor
Tertawa merupakan cara menghilangkan stress yang jitu. Tertawakanlah diri sendiri ketika kita bertingkah kikuk atau ketika kita melakukan hal-hal yang memalukan. Dengan tertawa, stress dan beban hati sungguh-sungguh dapat terangkat. Tertawa juga dapat mengurangi kerutan dan kekhawatiran.




5. Berhenti sejenak
Ambillah waktu dengan berhenti sejenak, kenalilah gejala stress yang timbul, seperti marah, kelelahan dan tidur yang tidak nyenyak. Semakin kita menyadari semua gejala stress, kita akan dapat mengenali bagaimana cara stress bekerja pada diri kita, sehingga kita dapat bersikap proaktif dan reaktif untuk mencegahnya.

6. Belajar dari stress
Ketika masalah muncul, hentikan sikap negatif yang akan merusak diri kita dan menyakiti orang yang kita cintai, namun gunakanlah masalah tersebut untuk membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Seperti salah satu kutipan dalam bahasa Inggris oleh Dale Carnegie dalam bukunya How to Stop Worrying and Start Living, “When life gives you lemons, make lemonade.”

7. Tidak berkata YA pada semua hal
Kenali kekuatan kita, fokus dan konsentrasikan pikiran kita untuk menyelesaikan satu persatu pekerjaan kita. Mengambil tanggung jawab pekerjaan yang terlalu banyak akan membuat diri kita kehilangan kontrol atas pekerjaan tersebut dan menjadi pencetus awal stress.

8. Belajar terorganisir atau teratur
Segala sesuatu yang tidak teratur dapat menimbulkan perasaan tertekan yang dapat memudahkan timbulnya stress.

Dengan keteraturan akan menimbulkan rasa keingintahuan mengenai apa yang akan terjadi, yang secara otomatis menghilangkan stress. Hal ini dapat diandaikan seperti mengendarai kendaraaan yang telah memiliki tujuan, kita tentu akan memikirkan mengenai hal-hal yang akan terjadi, maka demikian juga ketika kita hidup dengan keteraturan, seperti menjemur handuk setelah dipakai, meletakkan barang yang digunakan kembali ke tempatnya, mengerjakan pekerjaan sesuai dengan batas waktu, dan lainnya.




9. Ambil keputusan
Tahukan kamu, bahwa keragu-raguan dapat meningkatkan stress. Pemimpin yang baik akan mengambil keputusan dan menindaklanjutinya. Namun jika keputusan yang diambil adalah keputusan yang buruk, maka evaluasi kembali. Menyalahkan diri sendiri karena keputusan yang salah atau buruk hanya akan membawa kita semakin dalam ke stress.

10. Bersiaplah untuk sesuatu yang tidak terduga
Setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengatasi yang tak terduga, dan mengatasi yang tak terduga tersebut biasanya memerlukan waktu yang berbeda bagi tiap orang. Hal yang tak terduga ini melingkupi segala sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana dan harapan kita.

Waktu diperlukan untuk melihat sebuah masalah dan menghimpun segala sesuatu yang diperlukan untuk penanganan dan perbaikan dari dalam diri sendiri maupun dari luar.