Bisa bayangkan jika suatu saat anak kita berkata bahwa ia ingin mengganti jenis kelaminnya (transgender).  Hancur, sedih, marah dan bertanya ‘mengapa’ pada Tuhan.

Seorang yang terkenal di Hollywood dan telah berkencan dengan kurang lebih 12.000 wanita, diantaranya Julie Christie, Natalie Wood, Joan Colllins, Janice Dickinson to Cher and Madonna. Seorang yang memenangkan Oscar sebagai aktor terbaik dalam filmnya, Bugsy. Lima-puluh-empat-tahun aktor, Warren Beatty, yang kemudian meninggalkan semuanya itu dan menjadi seorang ayah bagi 4 anaknya bersama dengan Annette Bening.



Anaknya yang pertama, seorang gadis cantik bernama Kathlyn, yang dinamakan seperti nama ibu dari Beatty tercinta. Kemudian mereka segera memiliki anak lagi Ben, Isabella dan Ella. Tinggal di sebuah rumah yang indah di Mulholland Drive, Los Angeles, yang didesain sendiri oleh Warren Beatty.

Anaknya disekolahkan di sekolah yang bagus dan bergengsi, Buckley School, tempat dimana beberapa anak-anak terkenal lainnya seperti, Paris dan Nicky Hilton, dan anak perempuan Rod Stewart.

Semua terlihat baik, tapi semua berubah saat Kathlyn lulus sekolah di usianya yang 18 dan kemudian pindah ke sekolah untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.

mngrad.jpg

Kathlyn telah berubah nama, menjadi Stephen Ira Beatty dan sedang mempersiapkan operasi kelamin sehingga menjadi lelaki tulen.

Tapi dalam blognya, ia juga mengaku menyukai lelaki tapi tetap ingin menjadi lelaki, hal ini sangat membingungkan.

Ibunya, aktris gaek, Annette Bening terlihat sangat bahagia dan sangat mendukung anaknya, Stephen, pada acara kelulusannya di sekolah Arete. Sangat berbeda dengan ayahnya yang terlihat menua, tegang dan banyak pikiran. Dan sepertinya ia hancur.

Salah satu teman dekat Beatty berkata, “Warren tahu ia tidak dapat memberhentikannya dari mengikuti mimpinya, tapi ini menghancurkan hatinya.”


Bintang American Beauty ini mempunyai pendapat yang berbeda. Ia lebih memilih mendukung anaknya sebisanya, daripada memikirkan hal yang membuatnya tertekan.

Sekolahnya pun mendukungnya dan mengijinkannya menjadi dan lulus sebagai lelaki bernama Stephen Ira Beatty.

Seorang ahli Psikologi, Elizabeth McKane mengatakan, “Ini adalah masalah yang sangat rumit dan tidak ada satu jawaban jelas seperti mengapa orang merasa perlu untuk mengubah kelamin.

“Kadang-kadang ia memiliki apa yang Anda sebut komponen genetik, yaitu ketika orang mengatakan bahwa mereka telah lahir di tubuh yang salah.

Dalam kasus lain, itu lebih psikologis yang kompleks. Bisa jadi, jika ia ingin hidup sebagai seorang gay, dia berusaha untuk menulis wanita dari persamaan karena apa yang dia merasa hubungan seperti antara pria dan wanita.”

Dan itu semua terjadi dua tahun yang lalu, kini, Stephen memiliki keraguan dan kembali merindukan sisi feminimnya.

Keterangan dalam keluarga menjelaskan, “Ia tiba-tiba kangen dengan sisi feminim nya, memakai gaun, menggunakan make-up dan perhiasan. Dan sekarang ia bimbang untuk menyelesaikan langkah terakhir dari operasi transgendernya untuk membuat penis.”
Walaupun keluarganya terutama ayah dan ibunya telah mendukung dan menerima keadaan Stephen. The Enquirer melaporkan mereka juga “mendesaknya untuk mengambil waktu dan memikirkan kembali tindakannya yang drastis.

Menurut Dailymail, Stephen telah ‘memangkas’ payudara nya agar terlihat lebih maskulin. Ia saat ini mahasiswa di Lawrence Sarah College di New York dan juga aktivis untuk komunitas transgender.

Saya rasa kisah hidup ini banyak yang bisa diambil makna nya untuk kita sebagai orang tua dan anak juga teman. Yang paling penting tetaplah kembali kepada kasih terhadap Stephen dan keluarganya, juga semua disekeliling kita, terutama kepada Tuhan.

Berharap yang terbaik untuk Stephen Ira, Tuhan memberkati.