Sundar Singh dilahirkan pada 1889 dari keluarga tuan tanah Sikh di India Utara. Bangsa Sikh, menolah ajaran Hindu dan Islam, karena mereka memiliki agama sendiri. Ibu dari Sundar Singh setiap Minggu membawa Sundar belajar agama Sikh pada seorang Sadhu, sebutan orang suci pada agama Sikh.

Namun Sundar belajar di sekolah misi Kristen, karena hanya di sekolah tersebut ia dapat belajar bahasa Inggris. Ketika ia memasuki usia 14 tahun, ibunya meninggal dunia dan Sundar sangat putus asa. Sundar berubah menjadi anak yang pemarah. Ia suka menyerang utusan Injil danmenganiaya orang yang baru bertobat danmengejek iman mereka.

Sadhu_Sundar_Singh_1888-1929_(verschollen)

Ia membeli sebuah Alkitab dan membakar halaman demi halaman di rumahnya. Dan pada malam yang sama, Sundar memutuskan untuk bunuh diri di atas rel kereta api.

Namun, sebelum subuh, pada hari itu terjadi sesuatu yang ajaib. Sundar mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus dalam suatu penglihatan dan mendengar suara-Nya.

Sejak saat itu Sundar Singh berubah, ia memutuskan untuk menjadipengikut Kristus dan menyerahkan hidupnya kepada Kristus. Selama 25 tahun, Sundar Singh bersaksi untuk Tuhan Yesus dengan penuh keberanian. Sundar Singh menyebarkan kabar suka cita dari kota ke kota di wilayah India, Pakistan dan sekitarnya.

Sundar berani menghadapi penderitaan fisik selama perjalanannya memberitakan Injil, dan ia mampu bertahan melawan dinginnya salju dan kaki yang terluka karena jalanan yang kasar.

Penduduk Kristen di India Utara menjuluki Sundar Singh dengan sebutan Rasul dengan kaki berdarah.




Sumber STAR April Vol. 16